Bagi Engkau yang Berkeluh kesah

Mungkin sudah menjadi tabiat manusia, suka berkeluh kesah atas apa yang sedang menimpa dirinya. Kurang memiliki rasa sabar atas musibah yang terjadi pada dirinya. Kita cenderung lebih suka berkeluh kesah kepada yang tidak memiliki kuasa atasnya, yaitu manusia. Bahkan di jaman sekarang, dengan adanya media Facebook menjadi lebih sering mengeluhkan sesuatu yang tidak sepantasnya ia keluhkan kepada manusia -sadar atau tidak sadar. Naudzubillah min ndzalik

Lalu bagaimana agama ini mengatur tentang hal ini. Berikut kami berikan kutipan dari Majalah Akhwat edisi 4 di hal. 55-56, sebagai nasihat pada diri ini sendiri dan kaum muslimin seluruhnya:

“Dan karena berkeluh kesah kepada manusia itu tidak akan memberikan manfaat apa-apa dan tidak dapat menghilangkan penderitaan yang dirasa -pada umumnya-. Oleh karena itu, katika sebagian Salaf melihat seorang laki-laki mengeluhkan kemiskinan dan kemelaratannnya, ia berkata,

‘Hai Fulan, demi Allah, engkau hanya menambah keluhan atas (Rabbmu) yang mengasihimu kepada (manusia) yang tidak mengasihimu’ (Al-Fawaid karangan Ibnul Qoyyim hal. 131)

Kalau engkau tertimpa bala, maka bersabarlah

Karena sungguh, Dia lebih tahu tentang dirimu

Dan kalau engkau, kepada manusia, berkeluh kesah

Berarti engkau mengeluhkan Sang Penyayang kepada yang tak menyayangimu

(Madarijus Salikin karangan Ibnul Qoyyim 2/160)

Kalau memang menyampaikan keluhan kepada pihak yang berkepentingan itu betul-betul diperlukan, untuk meminta nasehat dan semacamnya, maka ini tidak mengapa. Tapi kalau tidak, maka kenapa kita mencari-cari perhatian orang yang tidak peduli dengan urusan kita dan tidak dapat kita harapkan darinya faidah apapun sehingga kita hanya akan membongkar rahasia dan membuka aib diri kita sendiri, memberitahu kelemahan dan kekurangan diri kita sendiri demi mendapatkan belas kasihan dan rasa iba orang lain, yang mana itu tidak akan menghasilkan apapun selain bertambahnya rasa sesal dan semakin memuncaknya malapetaka.”

Cukup hadits ini sebagai pelajaran, telah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu:

“Wahai anak kecil, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapatkan (pertolongan dan karunia) Dia berada di hadapanmu. Jika Engkau meminta, maka mintalah hanya kepada Allah. Jika Engkau meminta pertolongan, maka mintalah tolong hanya kepada Allah. Ketahuilah, kalu saja manusia berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, maka tidaklah mereka bisa memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang Allah tulis bagimu, dan kalaulah mereka berkumpul untuk menimpakan mudharat kepadamu, maka tidaklah mereka mampu untuk memudharatkanmu kecuali dengan sesuatu yang memang telah Allah tulis bagimu.”

(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi. Lihat penjelasan Ibnu Rajab di dalam kitabnya Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam hal.174)

Hanya kepadaMu Ya Rabb, hamba serahkan segala urusan ini, satu-satunya Dzat yang mengatur segala urusan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s