kunci-rezeki

Sikap Pertengahan Dalam Mencari Rezeki

Kunci Rezeki

Kunci Rezeki

Umar bin al-Khaththab radiyallahu ‘anhu mengatakan, “Antara seorang hamba dan rezekinya ada pemisah. Jika dia qanaah (merasa ceukup) dan jiwanya merasa ridha, rezekinya akan menghampirinya. Akan tetapi, jika dia memaksa masuk dan meruntuhkan hijab itu, dia tidak akan bisa menambah rezekinya di atas kadar yang telah ditentukan untuknya.”

Sebagian salaf berkata, “Bertakwallah, maka engkau akan dianugerahi rezeki tanpa kelelahan dan susah payah.”

Al-Marwazi bertanya kepada al-Imam Ahmad tentang seseorang yang hanya duduk di rumahnya -padahal dia mampu untuk beraktivitas- dan mengatakan, “Aku akan duduk bersabar. Aku tidak akan mengharapkan sesuatu dari orang lain.”

Al-Imam Ahmad menjawab, “Dia keluar dari rumahnya dan berbuat sesuatu lebih aku sukai. Kalau dia hanya duduk di rujmahnya, aku khawatir, dia malah berharap akan ada orang yang mengiriminya sesuatu.”

(diambil dari Jami’ul Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab al-Hanbali, hlm. 591-592)

Sumber: Majalah Asy Syari’ah Vol. VI/No. 27/1432 H/2011 (Permata Salaf)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s